Berita Bola
Skandal Taruhan Sepak Bola Turki Membesar, 147 Pejabat Klub Dijatuhi Larangan Aktivitas Selama 45 Hari
Oleh Admin Lumbung Goal ·
Skandal Taruhan Sepak Bola Turki Membesar, 147 Pejabat Klub Dijatuhi Larangan Aktivitas Selama 45 Hari
Sepak bola Turki kembali diguncang persoalan integritas setelah federasi sepak bolanya menjatuhkan sanksi kepada 147 pejabat klub yang dinyatakan melanggar aturan taruhan. Keputusan ini menjadi bagian dari penyelidikan yang lebih luas terhadap aktivitas perjudian ilegal dan kepatuhan terhadap regulasi sepak bola profesional di negara tersebut.
Menurut laporan Reuters pada 20 Oktober 2026, Komite Disiplin Sepak Bola Profesional Turki (PFDK) menjatuhkan larangan aktivitas selama 45 hari kepada 147 pejabat klub aktif maupun mantan pejabat. Salah satu nama yang termasuk dalam daftar sanksi adalah Ertugrul Dogan, presiden klub Trabzonspor yang berkompetisi di Super Lig Turki.
Kasus tersebut berawal dari pemeriksaan terhadap 448 perkara yang dirujuk oleh federasi. Dari jumlah itu, 147 orang dijatuhi sanksi, sedangkan 301 perkara lainnya dihentikan karena bukti yang tersedia dinilai tidak mencukupi untuk menjatuhkan hukuman.
Pelanggaran yang menjadi dasar sanksi berkaitan dengan aktivitas taruhan ketika para pejabat masih memiliki jabatan di klub. Pemeriksaan mencakup pihak-pihak yang pernah menjalankan peran resmi di klub-klub dari dua divisi teratas sepak bola Turki dalam rentang lima tahun terakhir.
Kasus ini juga tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, federasi Turki telah menjatuhkan penangguhan sementara kepada seluruh 448 pihak yang diperiksa. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperketat pengawasan setelah skandal taruhan sebelumnya turut menyeret ratusan wasit dan lebih dari seribu pemain ke dalam proses disipliner.
Besarnya jumlah pihak yang diperiksa menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan internal, kepatuhan pejabat klub, dan upaya menjaga kepercayaan publik terhadap kompetisi. Pejabat klub memiliki tanggung jawab untuk menaati peraturan yang dirancang guna melindungi integritas pertandingan.
Meski demikian, sanksi dalam perkara ini harus dibedakan dari tuduhan pengaturan skor. Pelanggaran aturan taruhan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seseorang memanipulasi hasil pertandingan. Berdasarkan laporan yang tersedia, perkara ini berfokus pada pelanggaran regulasi taruhan oleh pejabat klub.
Perkembangan selanjutnya akan menjadi ujian bagi federasi Turki dalam memastikan aturan diterapkan secara konsisten. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa integritas sepak bola tidak hanya bergantung pada pemain dan wasit, tetapi juga pada perilaku pengurus serta pejabat yang mengelola klub.
Lumbung Goal akan terus mengikuti perkembangan kasus disipliner ini dan dampaknya terhadap tata kelola sepak bola Turki.
- #beritabola
- #bola
- #beritaterbaru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341429/original/015068200_1788616060-alexander.jpg)




