Berita Olahraga
Skandal Match-Fixing Tenis: Stefan Milićević Dilarang Bertanding Selama 24 Tahun
Oleh Admin Lumbung Goal ·
Skandal Match-Fixing Tenis: Stefan Milićević Dilarang Bertanding Selama 24 Tahun
Dunia tenis internasional diguncang kasus integritas setelah International Tennis Integrity Agency (ITIA) mengumumkan sanksi larangan beraktivitas selama 24 tahun terhadap petenis Serbia Stefan Milićević pada 15 Oktober 2026. Ia juga dikenai denda sebesar 70.000 dolar AS setelah perkara pelanggaran aturan antikorupsi tenis diproses oleh badan integritas olahraga tersebut.
Menurut pengumuman ITIA, Milićević dituduh terlibat dalam pengaturan enam pertandingan antara 2022 dan 2024. Lima di antaranya merupakan pertandingan yang ia ikuti sendiri. Ia juga dituduh berusaha mengatur enam pertandingan lainnya dalam periode yang sama.
ITIA menyatakan bahwa perkara tersebut tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan. Milićević juga dituduh merekrut atau berupaya merekrut sejumlah pemain profesional untuk terlibat dalam jaringan korupsi, yang menurut penyelidikan turut membuat pemain lain melakukan pengaturan pertandingan.
Penyelidikan terhadap perkara ini berlangsung pada 2026. ITIA menyebut telah berupaya menghubungi Milićević sebanyak tujuh kali melalui berbagai saluran, tetapi tidak memperoleh kerja sama yang diperlukan untuk proses pemeriksaan.
Karena tidak ada tanggapan terhadap pemberitahuan pelanggaran berat yang dikeluarkan pada 24 September, sanksi berdasarkan aturan dan pedoman ITIA mulai berlaku pada 9 Oktober 2026. Larangan tersebut dijadwalkan berakhir pada 8 Oktober 2050.
Selama masa hukuman, Milićević tidak diperbolehkan bermain, melatih, atau menghadiri turnamen yang diselenggarakan maupun disahkan oleh organisasi tenis terkait, termasuk ATP, WTA, Grand Slam, dan federasi nasional.
Kasus ini menjadi pengingat serius mengenai dampak pengaturan pertandingan terhadap kepercayaan publik terhadap olahraga. Integritas kompetisi bergantung pada hasil yang ditentukan kemampuan atlet, bukan kesepakatan tersembunyi yang merusak persaingan.
Baca terus perkembangan sepak bola dan berita olahraga terkini hanya di Lumbung Goal.
- #beritatenis




