Berita Olahraga
Sengit Sejak Awal! Seri Pamungkas Renang Dunia di Astana Diwarnai Hujan Triple Crown
Oleh Admin Lumbung Goal ·
Dunia renang internasional langsung menghadirkan persaingan sengit pada hari pertama seri terakhir World Aquatics Swimming World Cup 2026 di Astana, Kazakhstan. Pada Kamis, 15 Oktober, tujuh dari sepuluh peluang Triple Crown berhasil diraih para perenang. Marrit Steenbergen dari Belanda menjadi salah satu bintang utama setelah memenangkan nomor 50 meter gaya punggung sekaligus menggagalkan upaya lawannya meraih kemenangan beruntun di nomor 200 meter gaya bebas.
Steenbergen tampil impresif pada nomor 200 meter gaya bebas dengan catatan waktu 1 menit 50,23 detik. Hasil tersebut menjadi waktu terbaik dalam kariernya dan menempatkannya di posisi kedua dalam daftar waktu tercepat sepanjang sejarah nomor tersebut. Ia juga berhasil mengungguli Siobhan Haughey dari Hong Kong, yang sebelumnya berpeluang meraih kemenangan di nomor yang sama pada tiga seri berturut-turut.
Haughey menyelesaikan perlombaan dengan waktu 1 menit 50,87 detik. Meski gagal meraih kemenangan, catatan tersebut menjadi waktu terbaiknya selama rangkaian Silk Road Tour tahun ini. Hasil tersebut menunjukkan bahwa persaingan antara perenang elite tetap ketat, bahkan ketika mereka sudah menjalani beberapa pekan kompetisi secara beruntun.
Steenbergen kemudian kembali menunjukkan kualitasnya dalam nomor 50 meter gaya punggung. Ia menyentuh dinding finis dengan waktu 25,67 detik untuk memastikan Triple Crown, yaitu kemenangan pada nomor yang sama di ketiga seri World Cup, sekaligus memperoleh bonus sebesar 10.000 dolar AS. Ia masih memegang rekor Eropa 25,47 detik yang dibuatnya pada tahun sebelumnya.
Persaingan juga berlangsung menarik di nomor 100 meter gaya bebas putra. Perenang Australia Cameron McEvoy mengalahkan Egor Kornev dari Rusia dengan waktu 45,11 detik berbanding 45,23 detik. Kemenangan tersebut menjadi catatan waktu terbaik McEvoy dalam nomor itu dan menambah bonus 2.500 dolar AS. Kornev memang kalah dalam perlombaan, tetapi masih memimpin klasemen keseluruhan World Cup dengan 134,4 poin, hanya sedikit di atas Pieter Coetze dari Afrika Selatan yang mengumpulkan 134,1 poin.
Sejumlah atlet lain juga mencatat pencapaian penting. Yu Yiting dari China memenangkan nomor 400 meter gaya ganti perorangan dengan waktu 4 menit 22,74 detik, sekaligus memecahkan rekor nasional negaranya. Roos Vanotterdijk dari Belgia memenangkan nomor 50 meter gaya kupu-kupu dengan waktu 24,56 detik dan memperoleh Triple Crown. Sementara itu, Mona McSharry dari Irlandia kembali memenangi nomor 100 meter gaya dada dengan waktu 1 menit 4,03 detik, mempertahankan kemenangan beruntunnya di tiga seri.
Hasil hari pertama membuat persaingan menuju penutupan World Cup semakin menarik. Selain memperebutkan kemenangan pada masing-masing nomor, para perenang juga berjuang mengumpulkan poin keseluruhan dan mengejar bonus Triple Crown. Seri Astana berlangsung pada 15–17 Oktober dan menjadi kesempatan terakhir sebelum World Aquatics Swimming Championships nomor lintasan pendek di Beijing pada 1–6 Desember 2026.
Baca terus perkembangan sepak bola dan berita olahraga terkini hanya di Lumbung Goal.
- #beritarenang



