Berita Terbaru
Ketua Regulator Inggris Siap Mundur Demi Independensi, Kasus Finansial Manchester City Kian Panas
Oleh Admin Lumbung Goal ·
Ketua Regulator Inggris Siap Mundur Demi Independensi, Kasus Finansial Manchester City Kian Panas
Kasus pelanggaran finansial Manchester City memasuki babak baru setelah David Kogan, ketua Independent Football Regulator (IFR), menegaskan bahwa dirinya siap mengundurkan diri apabila ada campur tangan politik dalam pekerjaannya. Pernyataan itu mempertegas bahwa penanganan perkara yang melibatkan salah satu klub terbesar Inggris tersebut tidak boleh dipengaruhi kepentingan pemerintah ataupun hubungan internasional.
Pernyataan Kogan disampaikan pada 13 Oktober 2026, bertepatan dengan peluncuran laporan pertama IFR mengenai kondisi keuangan sepak bola Inggris. Ia menegaskan bahwa independensi regulator merupakan prinsip utama dalam menjalankan tugasnya. Kogan juga mengatakan bahwa sejauh ini dirinya belum menerima tekanan politik terkait kasus Manchester City.
Perhatian terhadap perkara ini meningkat setelah komisi independen menyatakan Manchester City bersalah atas pelanggaran serius terhadap aturan finansial Premier League dalam periode sembilan musim, yakni 2009/10 hingga 2017/18. Dalam putusannya, komisi menemukan adanya pengaturan komersial yang dianggap tidak mencerminkan transaksi sebenarnya, pelaporan keuangan yang keliru, serta pelanggaran terhadap kewajiban bekerja sama dalam penyelidikan liga.
Premier League menyatakan bahwa temuan tersebut berkaitan dengan upaya menggelembungkan pendapatan dan mengurangi biaya secara artifisial hingga lebih dari 900 juta pound. Manchester City membantah melakukan pelanggaran dan telah mengajukan banding pada 1 Oktober 2026. Karena proses banding masih berjalan, konsekuensi akhir dari putusan tersebut belum dapat dianggap selesai.
Persoalan ini juga memiliki dimensi yang lebih luas daripada sanksi olahraga. Setelah proses banding selesai, IFR dapat menilai kelayakan pemilik maupun pihak tertentu di klub untuk tetap memegang kendali. Dalam kondisi ekstrem, regulator memiliki kewenangan untuk mengambil langkah yang dapat berujung pada kewajiban pemilik melepas kepemilikan. Namun, hal tersebut bukan keputusan yang otomatis berlaku hanya karena komisi independen telah mengeluarkan putusan.
Situasi semakin sensitif setelah muncul kekhawatiran bahwa hubungan perdagangan Inggris dengan Uni Emirat Arab dapat memengaruhi cara kasus ini ditangani. Pemilik Manchester City, Sheikh Mansour, berasal dari keluarga kerajaan Abu Dhabi. Perdana Menteri Inggris Andy Burnham sebelumnya menyampaikan kekhawatiran apabila polemik tersebut berujung pada kepergian pemilik klub. Kogan menegaskan bahwa pertimbangan politik dan hubungan internasional tidak boleh menentukan keputusan regulator.
Di sisi lain, laporan pertama IFR memperingatkan bahwa sepak bola profesional Inggris menghadapi persoalan keuangan yang serius. Laporan tersebut menyebutkan bahwa 94 persen klub dalam lima divisi teratas mencatat kerugian pada musim 2025/26. Regulator mengusulkan penguatan pengendalian biaya, perencanaan keuangan, serta pembenahan distribusi pendapatan agar klub-klub kecil tidak semakin rentan ketika pemilik mengurangi dukungan dana.
Manchester City kini menghadapi dua proses yang perlu dibedakan: banding terhadap putusan komisi independen dan kemungkinan penilaian regulator terhadap kelayakan kepemilikan pada tahap berikutnya. Belum ada dasar untuk menyatakan klub telah menerima hukuman akhir atau dipaksa berganti pemilik. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil proses hukum serta penilaian regulator, sementara Kogan menegaskan bahwa keputusan tersebut harus dibuat tanpa campur tangan politik.
Baca terus perkembangan sepak bola dan berita olahraga terkini hanya di Lumbung Goal.
- #beritabola
- #bola
- #lumbunggoal
- #beritaterbaru





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371236/original/020726800_1791778869-Perfect_afternoon_in_wolverhampton....______afcb__1_.jpg)