Berita Bola
Indonesia Kuasai Lima Besar Market Value FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Teratas
Oleh Admin Lumbung Goal ·
1. Kevin Diks — Indonesia
Market value: €5 juta
Setara: sekitar Rp86,91 miliar
Kevin Diks menjadi pemain dengan market value tertinggi di FIFA ASEAN Cup 2026. Bek kelahiran Belanda ini memiliki darah Indonesia dari sang ibu. Ia sudah lama berkarier di Eropa dan pernah memperkuat beberapa klub seperti Feyenoord, Fiorentina, serta FC Copenhagen sebelum melanjutkan kariernya di Borussia Mönchengladbach.
Pengalaman bermain di kompetisi Eropa, termasuk Bundesliga, menjadi salah satu alasan nilai pasarnya berada di angka €5 juta. Selain itu, pengalaman internasional bersama Indonesia dan kemampuannya bermain di beberapa posisi lini belakang juga membuat profilnya semakin menarik di pasar pemain.
Total market value Timnas Indonesia sendiri mencapai sekitar Rp377,79 miliar, sehingga Diks menjadi salah satu pemain dengan kontribusi nilai terbesar dalam skuad tersebut.
2. Hamza Choudhury — Bangladesh
Market value: €4 juta
Setara: sekitar Rp69,53 miliar
Hamza Choudhury merupakan pemain kelahiran Inggris yang memiliki darah Bangladesh. Ia tumbuh dari akademi Leicester City dan menghabiskan sebagian besar kariernya di sepak bola Inggris. Choudhury juga pernah tampil di Premier League sebelum melanjutkan karier bersama Sheffield United.
Pengalaman bermain di level tertinggi sepak bola Inggris menjadi salah satu faktor yang membuat market value-nya tetap tinggi. Posisi sebagai gelandang bertahan dan pengalaman profesionalnya juga menjadi bagian dari penilaian tersebut.
Nilai Choudhury bahkan mencapai lebih dari setengah total market value Timnas Bangladesh yang berada di sekitar Rp115,15 miliar.
3. Abdullah Iqbal — Pakistan
Market value: €3 juta
Setara: sekitar Rp52,14 miliar
Abdullah Iqbal menjadi satu-satunya pemain Pakistan yang masuk lima besar. Bek tengah ini bermain di Swedia bersama Mjällby dan masih berada pada usia yang relatif muda untuk seorang pemain bertahan.
Pengalamannya bermain di Eropa menjadi salah satu faktor yang membuat nilainya cukup tinggi. Usia 24 tahun juga membuat Iqbal memiliki prospek perkembangan karier, ditambah kontrak jangka panjang yang masih dimilikinya bersama klub.
Menariknya, market value Iqbal mencapai sekitar Rp52,14 miliar, sementara total skuad Pakistan hanya berada di kisaran Rp76,04 miliar.
4. Emil Audero — Indonesia
Market value: €2,8 juta
Setara: sekitar Rp48,67 miliar
Emil Audero memiliki latar belakang Indonesia dan Italia. Ia lahir di Mataram dari ayah asal Indonesia dan ibu asal Italia, kemudian tumbuh dan mengembangkan karier sepak bolanya di Italia.
Audero memiliki pengalaman panjang di Serie A dan pernah memperkuat klub seperti Sampdoria, Inter Milan, serta Como. Pengalaman tersebut, ditambah kariernya di kompetisi Eropa, menjadi bagian penting dari market value-nya sebagai seorang penjaga gawang.
Dengan nilai sekitar Rp48,67 miliar, Audero menjadi pemain Indonesia kedua yang masuk lima besar.
5. Calvin Verdonk — Indonesia
Market value: €2,5 juta
Setara: sekitar Rp43,45 miliar
Calvin Verdonk merupakan pemain kelahiran Belanda yang memiliki darah Indonesia. Ia pernah berada dalam sistem tim nasional junior Belanda sebelum akhirnya memilih memperkuat Indonesia di level senior.
Karier Verdonk juga banyak dihabiskan di Eropa. Ia pernah bermain di Belanda dan Portugal sebelum melanjutkan kariernya di Prancis. Pengalaman tersebut serta kemampuannya bermain sebagai bek kiri membuat profilnya memiliki nilai tersendiri di pasar.
Verdonk menjadi pemain Indonesia ketiga di lima besar dengan market value sekitar Rp43,45 miliar.
Jika digabungkan, tiga pemain Indonesia dalam lima besar—Kevin Diks, Emil Audero, dan Calvin Verdonk—memiliki total market value sekitar Rp179,03 miliar.
- #beritabola
- #bola
- #lumbunggoal





