Berita Bola
Dugaan Suap Guncang Timnas Laos, Terungkap Klaim Bayaran Rp165 Juta per Laga
Oleh Admin Lumbung Goal ·
Sepak bola Asia Tenggara tengah menjadi sorotan setelah pemain Timnas Laos, Soukphachan Lueanthala, dilaporkan ditangkap terkait dugaan pengaturan skor di ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026. Kasus ini mencuat setelah Federasi Sepak Bola Laos (LFF) menyerahkan dugaan manipulasi pertandingan kepada pihak berwenang. Perhatian publik semakin besar setelah muncul klaim mengenai bayaran yang disebut mencapai US$10.000 atau sekitar Rp165 juta untuk setiap pertandingan yang diatur.
Laporan media internasional The Guardian menyebut Lueanthala diduga berperan sebagai penghubung bagi pihak-pihak yang terlibat dalam operasi pengaturan pertandingan. Ia juga diduga memberikan arahan kepada pemain lain. Meski demikian, tuduhan tersebut belum merupakan putusan hukum, sementara informasi mengenai penangkapannya masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak berwenang Laos.
Sorotan lain datang dari pengakuan seorang narasumber yang memahami sepak bola Laos. Menurut laporan tersebut, seorang pemain pernah mengaku menerima bayaran sebesar US$10.000 atau sekitar Rp165 juta untuk setiap pertandingan yang diatur. Nominal tersebut menjadi salah satu bagian paling mencolok dalam pemberitaan kasus ini. Namun, identitas pemain yang dimaksud tidak diungkapkan, sehingga angka tersebut belum dapat dikaitkan secara langsung dengan Lueanthala.
Narasumber tersebut juga mengklaim bahwa pemain yang dimaksud pernah mengatur tiga pertandingan dengan imbalan masing-masing US$10.000. Jika dihitung berdasarkan pengakuan itu, totalnya mencapai US$30.000 atau sekitar Rp495 juta. Angka ini memperlihatkan besarnya nilai uang yang disebut dalam dugaan praktik pengaturan skor tersebut, tetapi bukan jumlah yang terbukti diterima Lueanthala ataupun nilai transaksi yang telah dikonfirmasi penyidik.
Kasus ini semakin menjadi perhatian karena Laos mengalami serangkaian kekalahan telak pada fase grup Piala AFF 2026. Mereka dilaporkan kalah 0-5 dari Thailand, 0-4 dari Malaysia, 1-4 dari Filipina, dan 2-7 dari Myanmar. Rentetan hasil tersebut menjadi latar belakang munculnya pertanyaan mengenai performa tim, tetapi skor pertandingan saja tidak cukup untuk membuktikan adanya manipulasi hasil.
Federasi Sepak Bola Laos disebut telah memulai penyelidikan pada 7 Agustus 2026 sebelum meneruskan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Laporan yang beredar turut menyinggung dugaan perjudian ilegal dan kemungkinan keterlibatan jaringan taruhan yang diyakini berasal dari Vietnam. Hingga kini, rincian mengenai aliran uang, bukti yang dikumpulkan, serta pihak-pihak yang diduga terlibat masih perlu dipastikan melalui proses penyelidikan.
Perkembangan kasus ini kini menjadi perhatian publik karena menyangkut integritas kompetisi sepak bola di Asia Tenggara. Jika dugaan pengaturan skor terbukti, pihak yang terlibat dapat menghadapi konsekuensi serius sesuai ketentuan hukum dan aturan sepak bola yang berlaku. Untuk saat ini, klaim bayaran Rp165 juta per pertandingan tetap harus dipahami sebagai pengakuan yang diberitakan mengenai pemain yang tidak disebutkan namanya, bukan bukti bahwa Soukphachan Lueanthala menerima uang sebesar itu.
- #beritabola
- #bola
- #lumbunggoal
- #beritaterbaru


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5122661/original/072330200_1738748675-000_36X43VL.jpg)
