Berita Olahraga
Amos Kipruto Taklukkan Chicago Marathon, Catherine Debrunner Ukir Rekor Dunia di Nomor Kursi Roda
Oleh Admin Lumbung Goal ·
Chicago Marathon 2026 menghadirkan sejumlah hasil besar pada Minggu, 11 Oktober. Pelari Kenya Amos Kipruto menjadi juara kategori putra, sementara atlet Ethiopia Hawi Feysa sukses mempertahankan gelar putri. Namun, salah satu pencapaian paling istimewa datang dari nomor kursi roda, ketika atlet Swiss Catherine Debrunner kembali memperbaiki rekor dunianya sendiri.
Kipruto menyelesaikan perlombaan putra dengan catatan waktu 2 jam 1 menit 9 detik. Kemenangan tersebut terasa penting bagi pelari Kenya itu setelah tahun sebelumnya harus puas berada di posisi kedua. Kali ini, ia mampu membalikkan hasil dan menutup lomba sebagai pelari tercepat di tengah persaingan internasional yang kuat.
Persaingan putra sempat melibatkan pelari Uganda Jacob Kiplimo. Keduanya berada di kelompok depan hingga sekitar kilometer ke-30, dengan jarak yang relatif dekat dari rombongan pesaing. Namun, setelah melewati titik tersebut, Kiplimo mulai kehilangan kecepatan, sedangkan Kipruto mampu mempertahankan ritmenya hingga mendekati garis finis.
Tadese Bikila dari Ethiopia menempati posisi kedua dengan waktu 2:02:56, disusul rekan senegaranya Milkesa Mengesha yang mencatat 2:03:46. Kiplimo akhirnya finis keempat dengan waktu 2:04:18. Hasil ini menunjukkan betapa pentingnya pengaturan tenaga pada lomba maraton, karena posisi yang kuat pada pertengahan lomba belum tentu menjamin hasil akhir.
Di kategori putri, Hawi Feysa mempertahankan gelarnya dengan waktu 2:13:33. Ia terlibat duel ketat dengan pelari Kenya Sharon Lokedi yang finis kedua dalam 2:14:07. Brigid Kosgei melengkapi tiga besar dengan catatan 2:14:55. Feysa dan Lokedi mulai memisahkan diri dari kelompok utama sekitar kilometer ke-30, lalu bergantian menekan hingga Feysa berhasil menciptakan keunggulan pada bagian akhir perlombaan.
Feysa mengaku persaingan semakin terasa berat menjelang kilometer ke-35. Pengalaman dan kemampuannya menjaga kecepatan menjadi faktor penting untuk mempertahankan posisi terdepan. Kemenangan beruntun ini mempertegas konsistensinya di salah satu ajang maraton terbesar dunia, yang selalu mempertemukan pelari elite dari berbagai negara.
Sorotan lain datang dari Catherine Debrunner yang mencatat rekor dunia baru nomor maraton kursi roda putri dengan waktu 1:33:16. Ia memangkas sekitar satu menit dari rekor sebelumnya yang dibuatnya sendiri di Berlin tiga tahun lalu. Debrunner mengaku tidak menyangka dapat memecahkan rekor tersebut dan menyebut dukungan penonton sebagai salah satu hal yang membuat perlombaan terasa istimewa.
Pada nomor kursi roda putra, Marcel Hug dari Swiss juga meraih kemenangan dengan rekor lintasan 1:21:34. Gelar Chicago Marathon ketujuhnya menunjukkan dominasinya di ajang tersebut. Secara keseluruhan, Chicago Marathon tahun ini bukan hanya menghadirkan kemenangan Kipruto dan Feysa, tetapi juga memperlihatkan bagaimana atlet kursi roda terus mendorong batas prestasi olahraga ketahanan.
Menurut kalian, pencapaian mana yang paling mengesankan: Kipruto membalas kekalahan tahun lalu, Feysa mempertahankan gelar, atau Debrunner memecahkan rekor dunia?
Baca terus perkembangan sepak bola dan berita olahraga terkini hanya di Lumbung Goal.
- #beritalari


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387787/original/071807900_1793548813-000_D63L9PN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387300/original/067472700_1793461064-000_D4ZM6BB.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486944/original/033785800_1769650695-Virgil_van_Dijk.jpg)